Saturday, December 17, 2011

PENANTIAN YANG ABADI

Sabarlah Duhai Hati...

Kesabaran manusia ada batas nya... Seberapa maksimum dari kata sabar untuk ku lewati?? Ibnul Qayyim rahimahullah menerangkan bahwa bersabar adalah menahan hati dan lisan dari berkeluh kesah serta menahan anggota badan dari perilaku emosional. Dengan kata lain, dengan kita belajar menjadi peribadi yang pendiam insyaAllah sangatlah membantu untuk membentuk diri menjadi jiwa yang penyabar.

Yang disebut sabar adalah di awal musibah, bukan di akhir musibah; setelah lisan mengeluh dan bersikap emosional sebagai tanda tidak redha.

“Yang... namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah.” (HR. Bukhari no. 1283).

Tidak perlu mengeluh atas musibah, tahanlah lisan dan anggota badan lainnya dari banyak mengeluh dan merasa tidak suka. Sesungguhnya ada kemudahan di sebalik kesulitan. Yakinlah bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Di balik kesulitan pasti ada jalan keluar.

Allah Ta’ala berfirman :
“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)



Dalam musafir ini….
Tercari-cari aku akan hakikat sebenarnya cinta…
Ke mana akan ku bawa hati ini…
Adakah kepada manusia atau buatMU, TUHAN yang esa

Musafir ini aku tidak pasti bilakah penghujungnya…
Penghujung yang bukan selamanya…
Hanya sekadar di dunia…
Menanti pengakhiran hidup
Menuju alam yang abadi akhirat sana…

No comments:

Post a Comment

mY MEmoRieS


Ingatan Untuk Mu... Ingatan Untuk ku

Ingatan Untuk Mu... Ingatan Untuk ku

National Geographic POD